Lifestyle

Jenis Musik yang Lagi Naik Daun di Kalangan Gen Z

26 Maret 2026

Musik terus berkembang mengikuti perubahan zaman serta hadir sebagai sarana yang mencerminkan karakter setiap generasi. Gen Z tumbuh dalam lingkungan digital yang cepat sehingga pilihan musik mereka terbentuk oleh akses tanpa batas ke berbagai platform streaming. Kebebasan ini membuat mereka mudah mengeksplorasi banyak genre sekaligus menemukan lagu yang sesuai dengan emosi serta identitas pribadi. Selera tersebut akhirnya bergerak dinamis sejalan dengan cara mereka mengekspresikan diri pada kehidupan sehari hari maupun ruang online.

Gen Z dikenal sebagai generasi yang ekspresif. Mereka memilih musik berdasarkan vibe, bukan hanya genre. Musik menjadi pelarian, teman produktivitas, hingga sarana membangun persona online. Berikut beberapa jenis musik yang sedang naik daun dan paling digemari oleh Gen Z saat ini.


1. Hyperpop — Musik Ekspresif dengan Energi Liar

Hyperpop menjadi fenomena yang mencuri perhatian Gen Z karena suara digitalnya yang intens dan penuh distorsi. Genre ini menggabungkan elemen pop, EDM, glitch, dan eksperimen elektronik. Hyperpop sering dianggap sebagai bentuk pemberontakan terhadap aturan musik tradisional. Lagu-lagunya cepat, bising, namun adiktif.

Genre ini populer karena kebebasan ekspresi. Visualnya colorful, liriknya dramatis, dan suaranya futuristik. Hyperpop cocok untuk Gen Z yang suka bereksperimen dengan identitas dan menyukai sesuatu yang out of the box.


2. Indie Pop — Musik Ringan untuk Healing dan Nostalgia

Indie pop menjadi salah satu jenis musik yang sangat erat dengan gaya hidup Gen Z. Musiknya lembut, easy-listening, dan sering membawa rasa nostalgia. Penyanyi seperti NIKI, Pamungkas, hingga musisi bedroom pop lokal membuat genre ini semakin dekat dengan keseharian mereka.

Indie pop banyak digunakan untuk menemani momen introspektif. Genre ini hadir sebagai musik healing yang menemani proses tumbuh dan transisi menuju dewasa. Melodi sederhana dan lirik puitis membuatnya mudah disukai karena terasa personal.


3. EDM & Dance Pop — Genre Favorit untuk Mood Booster

EDM dan dance pop tetap mendominasi playlist Gen Z karena energinya yang membangkitkan mood. Irama yang cepat dan drop yang memicu adrenalin membuat genre ini cocok untuk menemani olahraga, nongkrong, ataupun party kecil.

EDM modern kini banyak berkolaborasi dengan pop sehingga hasilnya lebih catchy. Ini membuat EDM menjadi salah satu jenis musik yang paling sering muncul di TikTok dan Reels sebagai latar konten estetik.


4. Lo-Fi Hip Hop — Musik Tenang untuk Fokus dan Produktivitas

Bagi Gen Z yang sering multitasking, lo-fi menjadi musik favorit. Genre ini lembut, repetitif, dan memberikan ketenangan. Banyak orang memutar lo-fi saat belajar, bekerja, atau sekadar bersantai.

Keunikan lo-fi adalah suara statis seperti rekaman lama, dentingan pelan, dan irama yang tidak agresif. Sensasi relaksasinya membantu menurunkan stres. Lo-fi menjadi jenis musik yang sangat populer di YouTube, Spotify, hingga platform streaming lainnya.


5. K-Pop — Fenomena Global yang Tidak Pernah Redup

Tidak bisa dipungkiri, K-pop menjadi salah satu genre paling besar di kalangan Gen Z. Musiknya catchy, konsep visualnya kuat, dan setiap comeback selalu menawarkan pengalaman baru. K-pop bukan sekadar musik. Ini adalah budaya global yang memadukan fashion, dance, hingga storytelling.

Keberagaman subgenre di dalamnya membuat K-pop masuk ke hampir semua selera. Ada ballad emosional, hip-hop intens, hingga pop futuristik. Dengan fandom yang solid serta promosi digital yang kuat, K-pop terus menjadi jenis musik yang mendominasi generasi muda.


6. R&B Modern — Musik Emosional untuk Menenangkan Hati

R&B modern kembali naik daun di kalangan Gen Z karena menghadirkan warna yang lembut, soulful, dan romantis. Melodi halus, bass hangat, serta lirik introspektif membuat genre ini mudah diterima.

Banyak musisi R&B kini hadir dengan suara lebih minimalis dan atmosferik. R&B menjadi teman setia bagi mereka yang mencari ketenangan setelah hari panjang atau sedang ingin menikmati vibe mellow.


7. Alt-Rock & Post-Punk Revival — Gaya Retro yang Kembali Populer

Generasi Z juga menyukai hal-hal retro. Tidak mengherankan jika alt-rock dan post-punk revival kembali naik daun. Suasana rebellious, suara gitar renyah, dan energi raw membuat genre ini terasa autentik.

Band-band modern menghadirkan versi baru dari rock klasik dengan sentuhan kontemporer. Hasilnya adalah jenis musik yang tetap edgy namun relevan dengan kehidupan Gen Z sekarang.


Mengapa Gen Z Menyukai Banyak Musik Sekaligus?

Preferensi musik Gen Z sangat cair. Mereka tidak terpaku pada satu genre karena:

1. Akses Streaming Tanpa Batas

Spotify, TikTok, YouTube membuat mereka terekspos ke banyak genre dari berbagai negara.

2. Musik untuk Mood bukan Genre

Playlist dibuat berdasarkan vibe seperti “Sad Hours”, “Study Session”, atau “Good Vibes Only”.

3. Keterhubungan Emosional

Generasi ini menyukai musik yang bisa mewakili perasaan. Baik itu ceria, kacau, mellow, atau energik.

4. Musik sebagai Identitas Digital

Musik yang mereka gunakan di konten sering menggambarkan kepribadian dan gaya hidup.

5. Kolaborasi Genre yang Semakin Beragam

Musisi masa kini sering memadukan genre sehingga Gen Z mudah menyukai banyak jenis musik baru.


Sumber: Kompas, Katadata

Baca Lainnya